Senin, 04 April 2011

Be Strong ...



Seorang yang DEKAT dengan Tuhan bukan berarti tidak ada AIR MATA,

Seorang yang TAAT pada Tuhan bukan berarti tidak ada KEKURANGAN,

Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti tidak ada Masa-masa SULIT,

Tapi orang tersebut akan selalu mengalami PENYERTAAN Tuhan..

Seandainya BERGUMUL pasti ada HARAPAN,

Seandainya dipadang Gurun pasti DIPELIHARA oleh Tuhan,

Seandainya masih dalam PROSES suatu saat pasti DIPROMOSIKAN Tuhan,

Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita,

Karena Tuhan TAU waktu yang TEPAT untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN.

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN.

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH-HATIAN.

Tetap semangat..

Tetap sabar..

Tetap tersenyum.. :)

Terus belajar..

Karena kamu sedang menimba ilmu di universitas KEHIDUPAN.

TUHAN menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan :)

Orang yg hebat tidak díhasilkan melalui
...kemudahan
...kesenangan
dan ketenangan

Mereka díbentuk melalui
keSUKARan,
TanTanGan dan
airmata

Ketika engkau mengalami sesuatu yang sangat berat dan merasa dítinggalkan sendiri dalam hidup ini ...

Angkatlah tangan dan Kepalamu ke atas....
Tataplah masa depanmu....
Ketahuilah...

TUHAN sedang mempersiapkanmu untuk menjadi Orang yang Luar Biasa!!

 
daviddo.p

Minggu, 03 April 2011

Ketika Cinta Mulai Bersemi ....

Ketika Cinta Mulai Bersemi ...

Kidung Agung 4 ini berisi pujian Salomo kepada Sulamit isterinya. Ini adalah puji-pujian suami terhadap istri atau pujian bagi orang yang sudah menikah. Orang tidak boleh memuji pada saat pacaran, tetapi justru setelah menikah. Romantisme itu bukan untuk pacaran tetapi justru untuk pernikahan, karena romantisme itu membutakan “mata“.


Cinta yang sehat adalah seperti “sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon“. Libanon berada di sebelah utara Israel, dan gunung yang tertinggi di Libanon adalah gunung Hermon. Di bawah gunung Hermon ada suatu tempat yang dinamakan Banias atau dalam Alkitab disebut Kaisarea Filipi. Di kaki gunung Hermon tersebut ada sumber air tawar yang mengalir ke sungai Yordan. Dari sungai Yordan mengalir ke Danau Galilea dan dari danau Galilea mengalir lagi sampai ke Laut Mati. Jadi seluruh sumber air di Israel berasal dari gunung Hermon. Jadi yang mau digambarkan oleh Alkitab bahwa kalau cinta kita sehat, hidup kita pasti benar. Dan bukan hanya dalam hal pacaran, tetapi di dalam keluargapun kalau kita memberikan cinta yang sehat kepada anak-anak, maka anak-anak kita akan menjadi luar biasa. Karena cinta yang sehat itu seimbang antara mendidik, memuji, mendisiplinkan dan melakukan yang baik. Dan kalau kita memberikan cinta yang sehat kepada suami atau isteri, maka rumah tangga kita akan menjadi rumah tangga yang luar biasa.


PENYEBAB JATUH CINTA


Banyak orang berkata bahwa “kalau saya sampai jatuh cinta, itu karena Tuhan“, karena Allah adalah kasih. Berarti kalau saya mencintai, itu datangnya dari Tuhan. Sampai titik tertentu, pemahaman tersebut benar. Tetapi menjadi tidak benar jika ada suami atau isteri yang jatuh cinta kepada orang lain. Bagaimana membedakan, cinta yang dari Tuhan atau tidak?

1. Nature
Manusia pada dasarnya bisa saja jatuh cinta. Tetapi tidak semua jatuh cinta berasal dari Tuhan.

2. Togetherness
Orang bisa jatuh cinta apabila terus bersama-sama dalam waktu yang cukup lama.

3. Mindset
Orang juga bisa jatuh cinta karena memang orang tersebut mudah jatuh cinta. Mungkin karena pernah ditolong atau juga karena menganggap orang itu baik sekali terhadapnya. Masalahnya adalah jika ada tiga orang yang baik terhadapnya, dia bisa saja jatuh cinta terhadap ketiga-tiganya.

4. Opinion
Orang bisa jatuh cinta juga karena opini untuk menaikkan derajatnya. Misalnya dia orang yang susah, di dalam pemikirannya dia harus mencari pasangan yang kaya supaya dapat memperbaiki ekonominya.


JENIS-JENIS CINTA 


1. Cinta kagum
Cinta ini termasuk cinta yang berbahaya karena orang yang biasanya mencintai karena kegum, akan cenderung menjadi orang yang mudah jatuh cinta. Misalnya jika seseorang ada masalah dengan pasangannya, kemudian dia bertemu dengan orang yang dapat memberikan solusi atas permasalahannya, maka akan timbul cinta karena kagum akan orang lain yang mungkin lebih pintar, lebih gagah, lebih lembut, lebih cantik, dll. Sebenarnya jenis ini bukanlah cinta tetapi hanya kagum saja.

2. Cinta tertolong
Jenis cinta tertolong ini artinya cinta yang timbul karena merasa tertolong. Banyak contoh kasus yang terjadi karena cinta yang tertolong ini misalnya seorang boss jatuh cinta (selingkuh) dengan sekretarisnya, atau yang lebih parah lagi, seorang majikan yang jatuh cinta dengan baby sitter atau pembantunya.

3. Cinta butuh
Jenis cinta ini maksudnya adalah cinta karena merasa membutuhkan/memerlukan. Contoh kasus misalnya seorang mahasiswa yang jatuh cinta dengan dosennya, dan lain-lain.

4. Cinta terhibur
Artinya cinta yang timbul karena merasa terhibur. Contoh kasusnya, pelawak yang mempunyai banyak isteri. Jadi orang-orang yang lucu, atau orang-orang yang biasanya bergerak dalam dunia hiburan. Yang menjadi masalahnya kebanyakan orang-orang yang lucu tersebut, bila sudah di rumah menjadi tidak lucu lagi.

5. Cinta kasihan
Jenis yang berikut ini adalah jatuh cinta karena kasihan. Ketika seorang merasa kasihan, ini berbahaya karena bisa mendatangkan cinta yang palsu (false love). Banyak orang menikah dengan dasar kasihan dan biasanya cinta seperti ini tidak akan lama bertahan karena lama-kelamaan, rasa kasihan itu akan hilang.

6. Cinta cocok
Cinta yang didasarkan pada banyaknya kecocokan. Misalnya sama-sama hobby makan atau hobby yang lain. Atau juga merasa cinta karena kalau bercakap-cakap bisa ”nyambung”. Masalah yang timbul kemudian adalah munculnya ketidak-cocokan setelah pernikahan.

7. Cinta sejati
Yang paling tepat adalah cinta sejati. Yaitu cinta yang berasal dari Tuhan, sehingga membawa kita kepada pikiran yang terbuka. Cinta tidaklah buta, tetapi menyelidiki dan mempunyai kesabaran untuk menerima pasangan apa adanya. Cinta sejati bukan tanpa masalah tetapi menghadapi setiap masalah.

PENUTUP
Cinta itu menjadikan kita “kebun yang tertutup“, artinya waktu kita sudah berkomitmen maka rumah tangga harus kita tutup dengan kesetiaan. Dan cinta juga menjadikan kita “sumber air hidup“ artinya cinta itu memberikan kehidupan. Masalah dapat kita hadapi dengan cinta.

Refleksi :
Dari awalnya Tuhan menciptakan cinta supaya saling mengasihi sehingga manusia membangun keluarga. Cinta sejati itu menerima apa adanya, Tuhan menerima kita apa adanya.

Kidung Agung 4:7-15 Tuhan mengasihi Anda..



Pilih Mana: TUHAN atau Uang?

Pilih Mana: TUHAN atau Uang?

Mungkin anda pernah mendengar  lagu yang pernah populer dimasa silam berjudul:  Madu dan Racun. Syairnya  antara lain berisi kata-kata: Madu di-tangan kananmu, Racun di-tangan kirimu, mana yang kau berikan padaku.

Bila anda diminta memilih tangan kanan atau tangan kiri, tentu anda akan memilih  tangan kanan  yang memegang madu bukan?  Nah bagaimana seandainya  kalau lagu ini berbunyi : Tuhan di-tangan kananmu,  Uang di-tangan kirimu, mana yang anda pilih? Apa anda bisa dengan mantap berkata: Saya pasti akan memilih tangan kanan yang berisi Tuhan atau sebaliknya tangan kiri yang berisi Uang?


Tunggu dulu saudara! Jangan  anda terlalu mudah mengucapkannya, karena untuk pilihan ini tidak semudah memilih madu dan racun yang ada dalam syair lagu tadi. Karena jelas kalau pilihan seperti syair lagu madu dan racun, sangat mudah memilihnya karena pilihan yang satu enak dan yang satu lagi tidak enak, tentu kita memilih madu yang enak, bukan? 

Nah, bagaimana kalau pilihannya seperti  ini  Uang  atau rumah mewah? Tentunya tidak semudah memilih madu dan racun bukan? Karena Uang dan Rumah Mewah sama-sama enak dan bermanfaat/bernilai, tentunya anda akan menimbang-nimbang mana yang lebih bernilai,  bukan? 

Pertanyaannya sekarang mana yang lebih bernilai  bagi anda Tuhan atau Uang? Kebanyakan orang dengan spontan tentu akan berkata saya pasti memilih Tuhan daripada uang. Tetapi sayangnya pilihan ini tidak disertai pemahaman yang cukup tentang makna Tuhan dan Uang yang akan dipilihnya. Sehingga pilihan ini hanya ada pada tataran ucapan atau retorika semata. Karena pada tataran realitasnya bukanlah Tuhan yang menjadi pilihan tetapi  justru uanglah yang menjadi pilihan utama manusia.

Setiap pilihan mengandung suatu konsekuensi  atau risiko. Demikian pula memilih antara Tuhan dengan Uang pasti ada risiko dibalik apapun pilihan kita. Dalam memilih tentunya kita harus memiliki pengetahuan tentang apa saja yang akan dipilih, kalau tidak kita akan salah dalam memilih. Begitu pula dalam memilih Tuhan atau uang. Kurangnya pengenalan kita akan Tuhan akan menyebabkan kita memilih uang meskipun tujuan semua manusia ingin memilih Tuhan.

Dimanakah kita bisa memperoleh informasi yang benar mengenai Tuhan? Dewasa ini begitu banyak media, ada media cetak seperti surat kabar, majalah, buku, artikel, bulletin dlsb yang umumnya digunakan sebagai sarana pemberian informasi. Bahkan sekarang ini informasi bisa diperoleh dari  internet/website/facebook selain dari radio, televisi dan juga melalui mimbar (khotbah). Tetapi  pertanyaannya apakah sarana media itu digunakan untuk memberikan informasi yang benar tentang Tuhan?

Di-sini kita perlu hikmat untuk mengkritisinya. Kalau kita cermat melihat situasi zaman ini maka kita akan melihat terjadinya kesenjangan informasi mengenai informasi yang benar tentang Tuhan. Media informasi sangatlah dikuasai oleh para pemilik modal yang tujuannya adalah bisnis. Bagi Pebisnis persaingan adalah sebagai hal yang lumrah untuk memperoleh keuntungan. Untuk itu pemuasan akan selera konsumen merupakan tujuan utamanya. Sebab itu sajian informasi  dibuat sedemikian rupa secara professional mengikuti perkembangan dunia ini. Dunia semakin hari semakin menyerupai Sodom Gomora, gaya hidup hedonisme sudah membudaya di-seluruh dunia. Adat istiadat dunia ini tetap tidak berubah, kawin mengawinkan, beranak-cucu, bekerja cinta uang, makan minum, bersaing saling telan sangat vulgar dipertontonkan atau diinformasikan kepada kita. Orang yang tidak memiliki informasi-informasi seperti ini akan tergilas dan dianggap ketinggalan zaman.

Ada kesenjangan informasi karena sangat minim sekali orang yang konsisten mencari informasi  yang benar tentang Tuhan. Kebanyakan orang memburu informasi  justru mencari kesuksesan duniawi, yang tentu saja sebagai komponen utama sukses duniawi adalah Uang. Dengan uang orang dapat melanggengkan adat istiadat yang telah ditentang oleh Tuhan Yesus pada waktu Tuhan Yesus memperingatkan orang parisi/pemimpin agama. Sebab itu tidaklah mengherankan kalau manusia haus dan lapar akan informasi yang memberitahukan cara hidup sukses, kaya/banyak uang/ hidup bahagia berprestasi/sehat/nyaman dan lain sebagainya.

Bagi para pedagang( Pebisnis), para penceramah/pembicara/orang-orang pintar kehausan informasi semacam itu dijadikan peluang untuk menangguk uang sebanyak-banyaknya. Dan celakanya peluang seperti itu juga dimanfaatkan oleh para rohaniwan yang ngakunya kenal Tuhan (Tapi apakah Tuhan mengenalnya, masih merupakan pertanyaan??). Para Imam/Imam Besar zaman sekarang dalam wujud para rohaniwan itu dengan ber-bagai macam sebutan pendeta, pastur, biksu dan lain sebagainya tak mau kalah dengan pebisnis, dengan modal charisma yang dimilikinya mereka juga menjual produk ritual mereka layaknya seorang penjual/salesman asuransi jiwa, mereka menggunakan semua media cetak maupun elektronik memberikan informasi tentang produk ritual mereka. Sungguh memperihatinkan! 

Manusia sibuk memburu/mencari  Uang bukan mencari Tuhan. Manusia dengan pintarnya membuat slogan yang perlu kita kritisi misalnya ada slogan mengatakan bahwa bekerja mencari uang/nafkah sama dengan  ibadah, sungguh salah kaprah! Tuhan tidak identik/sama dengan uang. Lalu ada lagi slogan mengatakan bahwa banyak jalan menuju Roma diidentikan bahwa banyak cara/jalan bertemu Tuhan. Padahal  Tuhan Yesus dengan tegas dalam Yohanes 14 :6 mengatakan bahwa Dialah Jalan satu-satunya (Jalan Kebenaran). Lalu slogan keliru lainnya yang cukup populer dikatakan bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu. Apakah seorang ibu siapapun dia adalah pemilik surga? tentu saja bukan! Semua manusia laki-perempuan sudah berdosa. Manusia berusaha memelintir kebenaran dengan slogan-slogan ciptaannya.

Lalu dimanakah kita bisa menemukan informasi tentang Tuhan? Jawabnya adalah didalam Alkitab sebagai Sang Firman yang tertulis. Alkitab adalah peta jalan untuk ketemu dengan Sang Firman yang Hidup (Firman Yang Telah Menjadi Manusia ). Alkitab dalam Matius 6:33 mengatakan: "Carilah dulu kerajaan Allah dan kebenaranNya... dst." Ayat ini secara explicit menjelaskan dimana  Sang Firman Yang Hidup itu dalam wujud yang nyata bukan dalam bentuk tulisan  atau peta jalan saja. Seperti halnya bila kita ingin bertemu seseorang ada alamatnya, demikian pula alamat Tuhan telah dijelaskan disini yaitu di-dalam kebenaranNya. Yohanes 14:6 dan Matius 6:33 mempertegas dimana alamat keberadaan Tuhan. Yaitu Tuhan berdiam diantara orang-orang benar (Orang-orang yang sudah dibenarkan).

Kembali pada topic renungan kita Pilih Mana : Tuhan Atau Uang ? Sekarang tentukan pilihan anda. Tuhan Atau Uang? Mungkin informasi/peta jalan  tentang uang anda sangat mahir menjalaninya, tapi maukah anda meninggalkannya dan berpindah kejalan menuju alamat Tuhan yang sebenarnya. Peta jalan sudah diinformasikan kepada anda. Sekarang tergantung pada keputusan anda sendiri, setiap orang memiliki kehendak bebas memiliki jalannya masing-masing. Tapi yang jelas setiap jalan ujungnya berbeda. Slogan banyak jalan menuju roma tidak berlaku disini. Karena ujung jalan hanya dua Surga atau Neraka. Selamat memilih!. Amin

YESUS KRISTUS mengasihi Anda..

Jumat, 01 April 2011

Karena Cinta ...

Karena Cinta

Ada seorang wanita yang menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai. Suaminya itu menyuruhnya bangun jam lima pagi setiap hari. Membuatkan sarapan baginya dan menyajikannya tepat jam 6 pagi, karena ia harus berangkat kerja jam 6.15. Suaminya mengharapkannya selalu siap melayaninya. Hidup wanita itu menderita, karena mencoba memenuhi kebutuhan dan permintaan suaminya.

Singkat cerita, suaminya meninggal dunia. Beberapa tahun kemudian, wanita ini menikah kembali. Kali ini dengan pria yang sungguh-sungguh ia cintai. Mereka hidup bahagia. Suatu hari, ketika ia sedang membereskan kertas-kertas lama, ia menemukan selembar kertas yang berisi peraturan yang ia lakukan sebagai istri. Peraturan itu dibuat oleh mendiang suaminya. Dengan hati-hati ia membacanya.


Ia mulai pada peraturan: bangun jam 5 pagi, hidangkan makanan jam 6 tepat. Dia terus membaca dan tiba-tiba berhenti sambil merenungkan. Ia bertanya dalam hati,”Loh, bukankah apa yang saya lakukan sekarang persis dengan apa yang saya lakukan pada suami saya yang dulu? Mengapa sekarang aku bisa melakukannya dengan sukacita.


Jawabannya mudah sekali: karena ada CINTA. Cinta membuat seseorang bekerja dengan senyum, dengan senang, dengan bahagia. Karena itu, adalah bijaksana bila kita menjalani kehidupan ini dengan cinta. Bila kita bekerja dengan cinta, kita punya kekuatan lebih. Kita menyapa customer, melayani pelanggan, berhubungan dengan supplier atau dengan atasan, apapun yang kita kerjakan, baik di kantor, di yayasan sosial atau dimana saja, maka lakukanlah dengan cinta. Itulah sumber kekuatan dan kebahagiaan hidup ini. 
 
 daviddo.p

Karet Gelang ...

Karet Gelang

Suatu kali saya membutuhkan satu karet gelang. Shampo yang saya bawa tutupnya sudah lepas, lalu saya bungkus lagi dengan plastik dan diikat dengan karet gelang. Kalau tidak, bisa kacau, isinya bisa tumpah dan mengotori isi tas. Tetapi saya tidak menemukan satupun karet gelang. Di lemari tidak ada, di gantungan, di kolong meja juga tidak ada. Saya jadi bingung. Apa saya tidak usah bawa shampo, nanti beli saja di jalan? Tapi mana sempat, waktunya mendesak, sudah ditunggu yang menjemput lagi. Akhirnya saya mencoba dengan tali kasur. Tapi tidak bisa. Diikat dengan kantung plastik tidak bisa juga. Waduh, karet gelang yang biasanya saya buang-buang sekarang membuat saya bingung. Benda kecil yang sekilas tidak ada artinya tiba-tiba menjadi begitu penting.

Dari kisah ini saya menjadi teringat pada seorang teman waktu di Yogyakarta dulu. Dia tidak menonjol apalagi berpengaruh. Sungguh dia sangat biasa-biasa saja. Dia hanya bisa mendengarkan saat kami berdiskusi. Dia hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Itupun kadang-kadang salah. Kemampuan dia memang sangat terbatas. Tetapi dia sangat senang membantu orang lain. Entah menemani pergi, membelikan sesuatu atau mengeposkan surat. Pokoknya apa saja asalkan membantu orang lain. Ia akan mengerjakan dengan senang hati. Itulah sebabnya kalau dia tidak ada, kami teman-temannya suka kebingungan juga. Pernah suatu kali ada acara yang sudah kami persiapkan gagal karena dia tiba-tiba harus pulang kampung untuk suatu urusan.


Hikmat dan kebijaksanaan apa yang bisa kita pelajari. Di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang begitu kecilnya, sehingga sama sekali tidak berarti. Ada yang sehari-hari dibuangpun seperti karet gelang pada saatnya bisa menjadi begitu penting dan merepotkan. Mau bukti lain? Tanyakanlah pada setiap pendaki gunung. Apa yang paling merepotkan saat mereka mendaki tebing yang curam. Bukan teriknya matahari, bukan beratnya perbekalan, tapi kerikil-kerikil kecil yang masuk kedalam sepatu. Karena itu jangan pernah meremehkan apapun. Lebih-lebih meremehkan diri sendiri. Bangga dengan diri sendiri tidak salah. Salah kalau kita menjadi sombong lalu meremehkan orang lain.


Bersyukurlah dengan diri sendiri, apapun kemampuan saudara, siapapun saudara pasti ada peran yang bisa kita lakukan dalam dunia ini. Setiap manusia dilahirkan pasti ada sebuah tujuan dan peran. Yang akan kita perankan dalam hidup ini. Justru kalau orang atau diri kita sendiri tidak sempurna maka kita memerlukan orang lain. Sebaliknya karena tidak ada orang lain yang sempurna maka kita pun pasti dibutuhkan oleh orang lain. Jalankan peran itu dan lakukan dengan senang hati. Maka engkau akan menemukan peranmu. Peran itu bisa semakin lama semakin besar dengan semakin banyak yang engkau lakukan. Lakukan saja apa yang ada di tanganmu saat ini dengan senang hati.

daviddo.p

Selamat karena Menolong ...

Selamat karena Menolong

Ada cerita mengenai seorang pejalan kaki yang mengadakan perjalanan dimalam bersalju yang tebal dan dingin dibawah nol derajat di New England. Ia sudah begitu lelah dan tahu kakinya sudah beku. Dan ia merasa tidak dapat bergerak lebih jauh lagi. Hatinya mulai tergoda untuk menyerah dan ingin berbaring di atas salju. Tapi ia sadar itu berarti kematian. Sementara ia terus berjuang dan  berjalan di atas salju, kakinya terantuk pada sebuah gundukan. Dan ternyata gundukan itu adalah tubuh seseorang. Ia membalikkan tubuh orang itu dan melihat bahwa orang itu masih hidup. Hatinya bergumul antara ditinggal atau ditolong. Ia merasa tenaganya sendiri saja seperti tinggal menunggu ajal. Ia merasa tidak mungkin menolongnya. Karena ia sendiri sedang berjuang untuk hidup.

Tapi tiba-tiba rasa belas kasihan mulai berkobar dalam dirinya. Dan ia merasakan ada sesuatu yang bergejolak yang memberi semangat baru untuk hidup bagi dirinya dan bagi orang yang ditolongnya. Ia mulai berbicara padanya dan mencoba untuk menggosok kaki tangan orang itu. Ia angkat orang itu dengan sisa tenaganya. Mulai berjalan berjuang menempuh jalan bersalju sambil membopong orang itu. Tidak lama kemudian ia menjadi berkeringat ia merasakan aliran darahnya mulai mengalir kembali pada anggota tubuhnya. Di kejauhan ia melihat cahaya dan ia maju terus mendekati cahaya itu. Dan akhirnya jatuh rebah tepat di depan pintu rumah orang itu.


Rumah itu adalah milik seorang petani bersama istrinya dan mereka menyeret dua tubuh laki-laki setengah kaku itu. Membawanya ke tempat perapian dan menghangatkannya. Memberikan makanan dan minuman hangat dan tempat tidur. Orang yang ditolong mengucapkan terima kasih kepada penolongnya karena telah menyelamatkan jiwanya. Pejalan kaki dari New England ini berkata,”Saya pun senang bertemu dengan anda. Oleh karena telah menolong hidup anda sebenarnya saya juga menyelamatkan hidup saya sendiri. Karena tadinya saya juga sebenarnya mau menyerah.”

Setiap usaha dan tugas yang dibuat untuk orang lain sebenarnya justru  juga untuk mendatangkan keuntungan bagi diri kita sendiri. Kalau kita melukai orang lain maka sebenarnya kita juga melukai diri kita sendiri. Setiap kita memberkati orang lain, maka kita juga memberkati diri kita sendiri. Setiap kata simpati yang diucapkan pada orang yang berduka, sering juga melepaskan simpati pada diri kita sendiri.

Sebuah artikel mengatakan bahwa kesukaan berbuat baik pada orang lain memberi  cahaya pada perasaan-perasaan yang memancar melalui syaraf, mempercepat sirkulasi darah dan mendukung mental bahkan kesehatan tubuh. Maka dari itu marilah kita belajar berhikmat dan bijaksana dengan melihat kebutuhan-kebutuhan orang lain. Karena kita akan dibuat antusias dan bergairah dalam hidup.

daviddo.p

Cacat Bukan Halangan ,,,

Cacat Bukan Halangan

Beberapa waktu yang lalu, Jakarta kedatangan tamu seorang gadis yang istimewa, namanya Lei Hei Ah. Seorang gadis yang berumur 17 tahun, tingginya separuh dari teman-teman seusianya, bahkan juga agak sedikit terbelakang mental. Namun dia sukses menjadi seorang pianis, berkeliling dunia untuk konser piano. Ketika ia tampil di Jakarta, orang lebih kagum lagi, lebih heran lagi ketika dia melambaikan tangannya, karena kelihatan baik tangan kiri dan tangan kanan ternyata jarinya hanya dua. Kalau orang jarinya lima, orang main piano tentu ia dapat menggerakkan jarinya lebih enak. Tapi kalau dengan jarinya dua, jarinya harus bergerak lebih cepat untuk bunyi yang sama.

Anak saya tiga-tiganya juga main piano bahkan anak yang paling besar, kalau saya pikir-pikir sepertinya mainnya tidak kalah dari Lei Hei An. Yang masih SMP, ia sudah persiapan les untuk menjadi guru piano karena ia sudah selesai dari Yamaha music, bagian piano. Tapi kalau anak saya main piano, orang tidak akan kagum seperti kalau orang-orang melihat Lei Hei An main piano. Kenapa? Karena anak saya jarinya lima, sedang Lei Hei An jarinya dua.


Yang mau saya katakan adalah bahwa kelemahan seorang anak belum tentu adalah kelemahannya. Sering justru menjadi kekuatannya. Orangtua Lei Hei An tidak berfikir bahwa kelemahan fisik anaknya akan menghalangi karirnya, akan menghalangi kesuksesannya. Ia yakin bahwa setiap anak punya potensi untik berhasil. Setiap kelemahan diimbangi dengan kelebihan yang lain. Orang-orang atau anak-anak dengan cacat fisik sering mempunyai kepekaan hati, kepekaan suara, kepekaan lagu, spatial inteligence atau yang lainnya lagi. Anak anak hiperaktif bahkan yang autis sering mempunyai kemampuan desain grafis yang luar biasa. Ketika ia melihat gambar, melihat baju sesorang atau melihat yang lain, perhatiannya berbeda dengan yang lain. Ia memperhatika logo, gambar desain dan ia bisa menggambar ulang dengan sangat tepat. Jadi setiap anak, memang ada kekurangannya tapi pasti juga ada kelebihannya. Tugas orangtua adalah mengarahkan anaknya sesuai dengan kelebihannya.


Selain Lei Hei An ada kisah spektakuler lainnya lagi. Helen Keller yang buta dan tuli. Melalui beberapa terapi akhirnya pendengarannya bisa ditingkatkan. Dan Helen Keller yang buta, akhirnya menjadi seorang sarjana. Ia keliling dunia untuk memberikan motivasi kepada orang-orang cacat lainnya. Ratu Victoria dari Inggris memberikan gelar penghormatan pada Helen Keller dan ia menyatakan kekagumannya. Bagaimana orang buta sejak kecil bisa meraih sukses luar biasa. Dan Helen Keller menjawab bahwa jika tidak ada Anne Sullivan, tidak ada Helen Keller. Sullivanlah guru yang mendedikasikan hidupnya untuk Helen Keller. Ia melatih dan terus melatih memberikan dorongan-dorongan dan reward-reward untuk perubahan kecil saja yang positif. Dengan ketekunan seorang guru yang mendedikasikan hidupnya bagi anak cacat yang bernama Helen Keller membawa seorang anak cacat ini dalam sukses yang luar biasa. Karena itu orangtua tidak perlu marah, kecewa, dengan hal-hal yang kurang pada anaknya. Bahkan jika yang berkebutuhan khusus sekalipun. Karena setiap anak punya peluang untuk sukses sekalipun dia punya cacat.


George Washington juga memiliki cacat yaitu tulang belakangnya sering sakit. Don Phirston, desainer perancang mobil-mobil mewah, ia juga duduk dikursi roda. Demikian juga Franklin Rosevelt, ia lahir lumpuh. Gllerr Koningham pernah terbakar parah sehingga dokter mengatakan ia tidak bisa berjalan lagi. Tapi melalui latihan dan latihan, Gllen Koningham pada tahun 1934 memecahkan record dalam dunia lari 1 mil.


Dunia dipenuhi dengan kisah-kisah orang yang cacat, yang secara fisik tidak menguntungkan, namun memecahkan record keberhasilan. Karena memang keberhasilan tidak tergantung pada fisik. Kalau keberhasilan tergantung pada fisik maka Tuhan tidak adil karena fisik yang menciptakan Tuhan. Tapi keberhasilan tergantung pada hati. Kita manusia punya kehendak bebas tapi kita boleh mengambil keputusan. Apakah akan marah atau mengampuni. Apakah mau bersukacita atau mau bersedih. Kalau dia menggunakan keputusannya untuk bersedih, stress, marah, maka bagaimana ia bisa sukses. Tapi kalau ia menggunakan keputusan hatinya, untuk bersukacita, melepaskan pengampunan, hidup dalam damai sejahtera maka sukses ada di tangan orang-orang yang demikian. Karena itu orangtua perhatikan hati anakmu lebih lagi. Karena di sanalah awal keberhasilannya.
 
 daviddo.p